Tari Golek Menak di Ndalem Pujokusuman

Tari Golek Menak oleh Iman Suwongso dan Kadarwati.

Jogjatoday – Yogyakarta merupakan daerah pusat budaya jawa dengan keberadaan kraton yang masih aktif hingga saat ini, Hal ini yang menyebabkan yogyakarta mempunyai kekayaan seni, tradisi dan kebudayaan. Seni Tari merupakan salah tahu kekayaan yang dipunyai kota yogyakarta ini. Seiring dengan perjalanan sejarah Keraton Yogyakarta, banyak lahir tarian tradisional Jawa, dan para maestro tari. Sasminta Mardawa atau sering disebut Romo Sas adalah salah satu maestro tari tradisional Yogyakarta. Dalam perjalanan hidupnya beliau menciptakan banyak karya tari seperti Tarian Renggomatoyo, Golek Surungdayung, Golek Kenyotinembe, Klana Alus dan masih banyak lagi. Pada tahun 1992 beliau mendirikan Yayasan Pamulangan Beksa mardawa Budaya, tujuan utama Yayasan ini adalah mengelola kegiatan pendidikan tari Mardawa Budaya dan Pamulangan Beksa Ngayogyakarta. Romo Sas, yang memperoleh gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Keraton Yogyakarta, sebagai ketua Yayasan memegang peranan yang sangat penting dalam melestarikan tradisi tari klasik gaya Yogyakarta.
Setelah Romo Sas wafat pada tahun 1996 yayasan tersebut dilanjutkan dikelola oleh istri beliau yang bernama Siti Sutiyah. Dan kemudian pada tahun 2013 dibuatlah acara rutin Jogedan Selasa Legen. Jogedan selasa Legen adalah suatu agenda yang didedikasikan untuk hari Kelahiran sang Maestro Tari Klasik Gaya Yogyakarta serta Guru Besar YPBM dalam belajar menari Klasik. Agenda ini merupakan agenda terbaru di Yayasan Pamulangan Beksa Sasminta Mardawa,yang hadir tiap satu bulan sekali yaitu hari Selasa Legi.
Dalam kesempatan ini, Selasa 27 Maret 2018, Jogedan Selasa Legen menampilkan Latihan Tari rutin Renggomatoyo secara rame rame dan bebas diikutin oleh siapa aja. Setelah itu diteruskan dengan pementarasan Tari Golek Menak oleh Iman Suwongso dan Kadarwati. Tari Golek Menak adalah tarian klasik yang terinspirasi oleh gerakan dari Wayang Golek Menak. Tarian ini merupakan salah satu tarian klasik tradisional dari Yogyakarta yang memiliki nilai seni tinggi. Tari Golek Menak ini di ciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX karena kecintaan dan kekagumannya terhadap Wayang Golek Menak.
Menurut sejarahnya, tarian ini mulai diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1941. Untuk melaksanakan idenya itu, Sri Sultan mengajak para pakar tari dan beberapa lembaga tari di Yogyakarta. Dalam proses penciptaan tarian tersebut memakan waktu yang cukup lama, karena untuk menirukan gerakan setiap tokoh pada Wayang Golek Menak ini memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tarian ini mulai mendapatkan bentuk sempurnanya pada tahun 1989. Sebelum Sri Sultan sempat menyaksikan hasil penyempurnaan tarian ini, beliau telah wafat terlebih dahulu.
Biarpun terbilang tidak banyak tapi animo masyarakat untuk menikmati tarian-tarian tradisional masih terlihat, bahkan orang luar negeripun juga mulai ikut menonton. Mereka lebih antusias untuk mendalami kebudayaan yogyakarta.

You may also like...