“Tittari” Didik Pukau Penonton

Didik Nini Thowok_0 3

Sleman- Tarian kolosal “Tittari” yang dibawakan oleh puluhan penari berhasil memukau penonton saat pembukaan Festival Seni Internasional 2016 di Halaman P4TK Yogyakarta, Senin sore (21/11). Bahkan Mendikbud yang hadirpun terpukau.

Tari kolosal “Titari” diambil dari Bahasa Sangsekerta yang artinya kupu-kupu, di mana kupu-kupu yang indah secara natural mempunyai visual seni maha tinggi pada kepakan sayapnya.

Pergelaran “Titari” tersaji dalam empat segmen secara mengalir, dimulai dari keadaan “suwung” (kosong) dan “nyawiji” (proses telur) menggambarkan bagaimana proses awal kreatif diciptakan.

Sesaat sebelum mahakarya itu muncul, kupu-kupu mengalami proses metamorfosa mulai dari telur, ulat, kepompong, dan barulah mewujud menjadi kupu-kupu yang indah.
Setelah itu dilanjut dengan penggodogan, dimana naluri, intuisi, cita dan cipta rasa dipadukan semacam proses di kawah candradimuka (kepompong).

Akhirnya munculah keindahan dari mahakarya itu, menyapa semesta menyebar kebaikan dan mewarnai kehidupan dalam bentuk kupu-kupu.

Teks dan foto: rovitavare

You may also like...

%d bloggers like this: