Tarian Edan-Edanan Dapat Dua Jempol Dari Walikota

_DSC0080

Jogjatoday  – Tari edan-edanan membuka acara Fashion On the Street bertajuk Merajut batik tanggal 20 agustus yang lalu. Penampilannya menambah kemeriahan acara fashion show tersebut. Tari Edan-edanan merupakan tari tradisional yang berasal dari Yogyakarta, Tarian ini dibawakan oleh dua orang( pasangan) laki-laki dan perempuan. Biasanya tarian ini ditampilkan dalam upacara adat pernikahan yang bermaksud untuk menolak bala agar jalanya pernikahan lancar tanpa kendala. Biarpun sebenernya tari edan-edanan bukan suatu tarian karena hanya bergerak sesukanya tidak ada standart geraknya tetapi mempunyai syarat kelengkapan yang harus dipake oleh penari antara lain bakul, tempat sayur dan dandanan badut. Tetapi kemudian oleh Institut Seni Indonesia tari edan-edanan bener-bener di buat suatu tarian. Dalam pembukaan Fashion on the street kemaren terbilang beda dari biasanya karena penari edan-edanan tidak hanya 2 orang ataupun sepasang laki-laki perempuan tetapi berbanyak orang. Antusias penonton juga terlihat dengan tepukan tangan yang riuh diakhir penampilan tari edan-edanan tersebut. Bahkan Walikota Yogyakarta Bapak Haryadi Suyuti juga memberikan 2 jempol kepada penari edan-edanan. Harapannya mungkin suatu hari tari edan-edanan bisa menjadi icon kota yogyakarta.

[naskah: Einstenia /Jogjatoday]

photo by Yudhi kusvianto for jogjatoday.com

You may also like...