Tak Mudah Membawakan Karya Samuel Beckett

Teater Hari Hari Yang Indah 0 1

Kota- Pertunjukan Teater berjudul “Hari-Hari Yang Indah” yang digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Jumat (25/11) tidak lah mudah untuk dibawakan. Sebuah karya teater klasik era 60an ini disutradarai oleh Citra Pratiwi sekaligus sebagai penulis naskahnya.

“Hari-Hari Yang Indah” mengangkat tema tentang eksistensi, relasi, dan batas hidup yang hadir melalui sebuah cerita tentang satu-satunya pasangan yang berhasil bertahan hidup setelah bumi berada di ‘ujung waktu’ dan mengalami malapetaka besar.

Nunung Deni Puspita yang memerankan tokoh Nana mengaku tak mudah membawa karakter dalam drama ini. Ia harus menahan gerak karena tubuhnya terhimpit ke dalam tanah, sementara keinginannya untuk tampil ceria melalui gerakan-gerakan menjadi terbatas.

Lain hal dengan Nigni yang diperankan oleh Muhammad Khan. Ia memerankan tokoh dalam drama ini yang lebih “nrimo” dan berserah diri menerima kenyataan. Tak banyak dialog yang ia bawakan karena memang seperti itu karakternya.

Sementara Citra Pratiwi yang menyadur karya novelis Irlandia ini sengaja memilih “Happy Days” yang diterbitkan pada tahun 1960 dalam pementasan teater kali ini. Ia tertarik untuk menggiring karya tersebut ke dalam negeri (Indonesia) dengan tema keseharian, seperti tentang memasak, makan dan sebagainya. Citra sebagai inisiator bersama tim menghadirkan gagasan artistik untuk mengembalikan teks-teks klasik sebagai bagian dari pergerakan seni kini.

Karya teater ini mengajak penonton untuk memasuki ilusi tentang akhir waktu. Peristiwa hadir dalam kisah Nigni dan Nana yang mencoba memaknai apa itu waktu jika ia hadir untuk  menciptakan momen yang bertujuan mencapai kebahagiaan. Karya teater berdurasi 60 menit ini hadir dalam bentuk duet dan menjadi sebuah karya yang menantang bagi pemeran wanita. [jogjatoday]

Teks dan Foto: rovitavare