HUT ke 58 Padepokan Bagong Kussudiardjo dengan Njoged Mbagong

Pemotongan Tumpeng Pusat pada Njoged Mbagong
Pemotongan Tumpeng Pusat pada Njoged Mbagong

Jogjatoday – Siapa yang tak mengenal nama Bagong Kussudiardja. Beliau adalah salah satu seniman dan budayawan ternama di Indonesia. Karena kecintaanya terhadap dunia seni, pada tahun 1958 beliau mendirikan sebuah Pusat Latihan Tari yang sampai saat ini dikenal dengan nama Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja atau di singkat PLTBK. Dan pada tanggal 11 April 2016 yang lalu bertempat di Dusun Kembaran, Tamantiro, Kasihan, Bantul, Yogyakarta tepatnya di Padepokan Bagong itu sendiri digelar acara bertajuk “Njoged Mbagong”. Jogedan ini di gelar sekaligus sebagai penanda Ulang Tahun Padepokan Bagong yang ke 58.
Dimulai tepat pukul 8 malam, acara dibuka dengan tarian anak dengan nama Tari Permainan Anak karya Bagong, kemudian dilanjutkan dengan tarian remaja dengan judul Tari Rara Ngigel karya Ida Manu Tranggana, Tari Jemparing Gagah karya Bagong, Tari Kelinci karya Ida Manu, Tari meong karya MM. Ngatini, Tari Reraton karya Tekiarani, Tari Paramastri karya Paranditya Wintarni, Tari Sekar Ganjen karya MM. Ngatini, Tari Ronggeng Parung karya Bagong, Tari Geol Saliter karya Umi Krismiati dan di akhiri dengan Tari Gema Nusantara karya Bagong Kussudiardja.
Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) didirikan oleh alm Bangong Kussudiardja sebagai tempat pendidikan kesenian non formal. Pada tahun 80an PLTBK dipercaya untuk mendidik seniman-seniman dari negara ASEAN. Setelah Bagong Kussudiardja wafat pada tahun 2004, PLTBK dikelola oleh Yayasan Bagong Kussudiardja yang berdiri pada tahun 2006. Yang mulai aktif melakukan kegiatannya pada tahun 2007 dan salah satunya adalah Jagogan Wagen.

photo by Yudhi kusvianto for jogjatoday.com