Sewindu Bercerita: Kain perca di tangan Lulu Lutfi Labibi

Sewindu Bercerita oleh Lulu Lufti Labibi

Menutup Pagelaran Busana Sewindu Bercerita dengan berjoget bersama …

Jogjatoday – Pagelaran busana bertajuk “Sewindu Bercerita” malam itu, Sabtu, 14/09/2019, membuat gedung JNM tampak berbeda dari biasanya. Halaman gedung JNM di set menjadi sebuah tempat makan yang indah dengan pernik-pernik bunga dan lurik, ditambah dengan lampu-lampu membuat suasana tempat itu menjadi etnik dan mewah. Lulu lutfi Labibi mengatakan bahwa semua makanan yang disajikan disitu adalah makanan favorit dia waktu masih tinggal di Jogja. Dia ingin mengajak semua yang datang di show tersebut untuk menyelami kehidupannya dengan merasakan makanan-makanan favorit dia.

Bergeser memasuki gedung utama JNM, di lantai 1 terdapat pameran karya selama satu minggu. Pameran untuk merayakan delapan tahun kiprah Lulu Lutfi Labibi dalam industri mode.

Baginya, perayaan ‘Sewindu Bercerita’ ini adalah momen syukuran dan doa bersama untuk merayakan rasa syukur, bahwa perjalanan berkarya selama delapan tahun ini telah memberikan banyak sekali pelajaran hidup dengan segala gelap dan terangnya.

Lulu selalu mengangkat cerita sederhana yang dekat dengan kesehariannya, sehingga narasi yang ia angkat menjadi tidak berjarak bagi penikmatnya. Itulah alasan mengapa Peragaan busana kali ini menggunakan judul “Sewindu Bercerita”.

Berpindah ke lantai 2, koridor sudah di set menjadi sebuah runway yang akan di gunakan untuk para peragawati berjalan. Dikedua sisi pinggir sudah berjajar kursi putih untuk tamu-tamu menikmati acara show tersebut. Tata lampu yang keren menambah kemeriahan pegelaran peragaan busana tersebut.

Diawali dengan penanyangan video yang berlatar belakang dalam sebuah kereta api dan disitu Lulu Lutfi Labibi menceritakan pengalaman dia selama 8 tahun berkarya. Kereta Api merupakan transportasi yang sangat erat dengan perjalanan hidupnya. Dahulu hampir setiap perjalan dia ke kota lain menggunakan kereta api. Kereta api merupakan saksi sejarah bagi dia dalam berkarya.

Dilanjutkan dengan peragaan busana dari karya-karya Lulu Lutfi Labibi. Kurang lebih 70 outfit yang ditampilkan malam itu. Semua looks menggunakan motif-motif lurik dan batik yang telah Lulu ciptakan, seperti Baur Rupa, Duka Luruh, dan Langit Senja.

Berbeda dari peragaan busana sebelumnya kali ini Lulu tidak hanya menggunakan bahan lurik tapi juga jenis kain yang lain. Bahkan yang menarik dari show kali ini adalah potongan kain perca yang di tenun ulang dengan benang pakan dan lungsi. Kain perca tersebut telah dikumpulkan Lulu selama 8 tahun berkarya.

“Buat saya, menyatukan perca adalah cara menenun kenangan menjadi gulungan kain agar bisa saya bagi kepada semua orang yang memakainya.”

Selama delapan tahun karirnya, Lulu Lutfi Labibi telah menciptakan berbagai karya. Setelah beberapa koleksi awal, Lulu mulai menciptakan karya yang lebih personal dalam “Jantung Hati” (2015). Karya Lulu selanjutnya adalah “Gedangsari Berlari” (2016); “Hypecyclus”, sebuah kolaborasi dengan Indieguerillas (2017); “Perjalanan” (2017), “Tirakat” (2017), “Persimpangan” (2018), “Tepian” (2019), dan “Murakabi” (2019).(YK)

You may also like...