Revitalisasi Seni Puro Pakualaman oleh Taman Budaya Yogyakarta

Revitalisasi dan Pendokumentasian Tari Bedhaya Angron Akung di Puro Pakualaman

Jogjatoday – Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menyelenggarakan revitalisasi seni tari sebagai upaya menghidupkan kembali kesenian-kesenian yang sudah lama tidak ditampilkan.

Tujuannya agar generasi saat ini dan generasi di masa yang akan datang dapat mempelajari budaya tersebut. Salah satu realisasi program TBY tersebut melalui seksi penyajian dan pengembangan kebudayaan yaitu revitalisasi seni khusus untuk Puro Pakualaman yang dilaksanakan malam ini Kamis, 22 Agustus 2019.

Adapun bentuk revitalisasi seninya adalah tari Bedhaya Angron Akung dan tari Lawung Alit. “Untuk Bedhaya Angron Akung dibutuhkan persiapan yang lumayan lama, kurang lebih 9 kali pertemuan, “ujar Suroyo kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Kebudayaan. Penari Bedhaya Angron Akung berjumlah 7 perempuan dan berdurasi kurang lebih 40 menit.

Bedhaya Angron Akung, merupakan tari putri kelompok yang diperagakan oleh tujuh orang. Setiap penari secara simbolis filosofis mempergerakan tokoh tokoh tertentu. Bedhoyo Angron Akung diciptakan oleh KGPAA. Paku Alam II (1829 – 1858) dan direkonstruksikan/digubah kembali pada masa KGPAA. Paku Alam VIII (1937 – 1998).

Pergelaran biasanya dilaksanakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan Pura Pakualaman dan memperingati ulang tahun Sri Paku Alam. Sesuai dengan namanya, tari ini bersumber dari cerita Panji Angronakung. Tarinya bernarasi simbolis tentang Raden Panji Inu Kertapati ketika dalam penyamaran untuk mencari Dewi Anggraeni.

Bertolak dari penciptaan oleh KGPAA. Paku Alam II dan perkembangannya di Ndalem Puro Pakualaman sehingga Revitalisasi seni khususnya tari Bedhaya Angron Akung ini dilaksanakan di Pendopo Puro Pakualaman tepatnya di Bangsal Sewatama.

Dalam Sambutan acara Revitalisasi dan pendokumentasian dua tari tersebut Pengageng Pariwisata dan Kebudayaan Pakualaman Kanjeng Pangeran Haryo Indrakusuma juga mengharapkan agar revitalisasi ini dapat menjadi jembatan untuk generasi mendatang agar bisa mengetahui betapa para leluhur kita telah menciptakan hal-hal yang begitu indah dan begitu agungnya karya-karya seni dalam hal ini adalah seni tari dan seni karawitan.

(YK)

You may also like...