Pemutaran Video Rama Sas tahun 1979 mengawali Hut ke 55 YPBSM

Tumpengan HUT ke 55 YPBSM

Tumpengan HUT ke 55 YPBSM

Jogjatoday – Alunan Gamelan terdengar indah mengiringi salah seorang maesto tari klasik gaya yogyakarta yang dengan lemah gemulai menarikan ragam tarian. Pemutaran rekaman video tahun 1979 saat di LA yang berdurasi kurang lebih 15 menit tersebut adalah untuk mengingatkan kembali dan mengenang siapa sosok Almarhum SASMINTA MARDAWA atau akrab di panggil dengan Rama Sas yang tidak lain adalah pendiri Yayasan Pamulang Beksa Sasminta Mardawa. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Yayasan Pamulang Beksa Sasminta Mardawa yang ke 55 kemaren, Senin malam (31/07). Acara tersebut dibuka dengan Doa bersama untuk Almarhum Rama Sas dan Yayasan YPBSM yang kemudian di lanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ibu Siti Sutiyah istri dari Almarhum Rama Sas yang kemudian di serahkan kepada Saudara Alin putra satu-satunya. Adapun penyerahan tumpeng tersebut sekaligus memberikan makna agar perjuangan berkesenian Almarhum Rama Sas dan Ibu Siti Sutiyah dilanjutkan oleh anaknya yang sekaligus mewakili generasi muda.
Untuk Ulang Tahun YPBSM ke 55 ini pengelola YPBSM mengadakan Pementasan Tari Putri Wulangun Siwi yaitu karya dari Putri Isnaeni Kurniawati, M.Pd, yang mengisahkan tentang wujud ungkapan rasa terima kasih untuk tempat ini yang telah memberi banyak ilmu tentang tari Klasik Gaya yogyakarta dan di tarikan oleh Narachel Elga Daniswara, Dwijayanti Lestari, Nayla Assalwa, Savina Aurellia dll. Kemudian di lanjutkan dengan tarian anak-anak yang berjudul Tari Yoga Nuraga karya Ical Yulianto yang bercerita tentang anak laki-laki yang dengan kesiapan raganya untuk melakukan kegiatan seyogyanya ada di usianya, Disusul kemudian dengan Tari Bedhaya Purnamajati ciptaan terakhir Rama Sas yang begitu anggun di tarikan oleh penari-penari seperti Dewati Rahmayani, Tri Indrihastuti, Djati Yudhaningtyas, Yulida Cahya P, Acintyaswasti W, Dwyhya Prastika, R. AJ Diara, Sabrina Diva, dan SItas Mahariani Putri, dan ditutup dengan Tari Tuguwasesa.
Siti Sutiyah Sasminta Dipura, istri dari almarhum Romo Sas mengatakan bahwa pementasan kali ini selain dari menyambut ulang tahun YPBSM yang ke 55 namun juga merupakan salah satu wujud tanggung jawab YPBSM dalam memelihara, melestarikan dan mengembangkan tari klasik gaya yogyakarta. Upaya menampilkan karya murid-murid Romo Sas merupakan salah satu usaha YPBSM menyambungkan benang sutera yang sudah di rajut oleh Romo Sas dalam berkesenian dan di teruskan kepada murid-murid YPBSM sebagai generasi penerus dengan tanpa kehilangan akarnya.

Teks dan foto : Yudhi kusvianto

You may also like...

%d bloggers like this: