Senyum Mbah Bipu

Seorang nenek berumur 90 tahun yang sehari-harinya berjualan kembang di Pasar Bringharjo Yogyakarta ini ternyata berasal dari Klaten (dekat Pabrik Gula Gondang). Dia sendiri sudah lupa telah berapa tahun berjualan kembang, namun yang jelas menurut teman-temannya sudah sangat lama. Dia pulang ke Klaten setiap sepuluh hari sekali, menggunakan bis umum lalu dilanjutkan dengan angkutan desa. Selama di Jogja (10 hari tersebut) dia biasa tidur di pelataran Pasar Bringharjo saat pasar sudah tutup dan pintu-pintu telah digembok.

“BINGUNG”

catatan peristiwa kekinian yang akhirnya menekan kejiwaan. Kegelisahan ini dilahirkan dalam sebuah instalasi yang berbentuk kepala manusia dengan mengernyitkan dahi dan muncul beberapa tangan dari kepala yang menunjuk ke segala arah mengisyaratkan sebuah kebingungan fikir disertai beberapa warna yang melambangkan bermacam2 nafsu.

Abdi Dalem Punokawan

Bapak Kahono Pawoko ( Sebelah Kiri ) adalah nama pemberian dari pihak Keraton sedangkan nama asli beliau adalah Adi Sumarto (68). Beliau sudah mengabdi di Keraton sejak tahun 1993 sebagai abdi dalem Punokawan dengan pangkat terakhir sebagai Lurah.

HUT 258 Yogyakarta

Acara Hut 258 Yogyakarta kali ini dirayakan oleh seluruh penduduk yogyakarta baik yang asli yogyakarta maupun yang pendatang. Kelihatan dari ramainya pendukung pawai dari semua kecamatan dan peserta pawai dari Komunitas2 yang ada di kota ini, Antusias penonton pun kelihatan dengan mereka sudah memadati sepanjang jalan malioboro sejak jam 4 sore.

Festival Tiong Ciu ( Festival Bulan ).

Setiap tanggal 15 bulan 8 penanggalan Imlek, ketika bulan menunjukkan keindahan secara penuh ( PURNAMA), orang Tionghoa melihat ke bulan dan mengingat Chang-E dan legendanya.Biasanya jatuh pada minggu kedua September sampai minggu kedua Oktober (9/9/2014) @ Klenteng Poncowinatan Kranggan.

Tari Bedhaya Harjunawiwaha

Bedhaya Arjunawiwaha adalah tarian bedhaya yang di ciptakan oleh Sri Sultan X pada tahun 1997 yang menceritakan tentang proses pengangkatan KGPH Mangkubumi menjadi Sri Sultan HB X. Seperti Bedhaya-bedhaya sebelumnya tarian ini ditarikan oleh 9 penari wanita. Tiga bagian tari ini adalah kapang-kapang maju, tarian pokok terdiri atas tari permulaan dan tari enjeran. Dan kapang-kapang mundur.