Mendadak Membatik di Road to JIBB 2018

Gebyar Batik Kota Yogyakarta - Road to JIBB 2018

Walikota Yogyakarta Drs.H.Haryadi Suyuti dan beberapa pejabat membatik diatas kain putih sepanjang 5 meter

Jogjatoday – Gebyar Batik Kota Yogyakarta – Road to JIBB dilaksanakan tanggal 27 September – 29 September 2018 ini dibuka oleh Walikota Yogyakarta Drs.H.Haryadi Suyuti,(27/9). Dalam sambutannya Haryadi mengatakan,” Karena batik menjadi akar budaya Yogyakarta dan menjadi Kota Batik Dunia, oleh sebab itu setiap hari Selasa dan Kamis jajaran Pemerintah kota diwajibkan mengenakan batik”. “Batik juga sudah harus lebih mendunia walaupun sudah ditetapkan menjadi salah satu warisan budaya Indonesia oleh UNESCO,” tambahnya.
Untuk pelaksanaan Road Show JIBB Kota kali ini Plaza Ngasem menjadi pilihan penyelenggaraan acara.
Hampir kurang lebih 75 peserta pameran memadati stand- stand yang telah di sediakan oleh panitia JIBB 2018 kota tersebut. Walikota Yogyakarta Drs.H.Haryadi Suyuti dan beberapa pejabat membatik diatas kain putih sepanjang 5 meter sebagai tanda dibukanya acara Gebyar Batik Kota Yogyakarta tahun ini. Setelah itu Walikota menikmati acara pagelaran busana dari 10 desainer finalis Road to JIBB dan kemudian di lanjutkan penampilan pagelaran busana oleh bapak ibu pejabat yang membawakan baju dari desainer Sugeng Waskito.
Dalam agendanya Gebyar Batik Kota Yogyakarta selain pagelaran busana jam 7 malam sampai dengan selesai terdapat juga pameran batik dan bazaar, talkshow tentang batik, dan Workshop “Ayo Membatik”. Pagelaran Busana Gebyar Batik Kota kali ini di ikuti kurang lebih 60 desainer dan UKM.
Peristiwa JIBB – 2018 merupakan selebrasi bagi semua – perajin, pengguna, pengamat, pengkaji, dan masyarakat – tentang dunia batik. Termasuk perayaan bagi para pelintas batas batik.Di samping itu, sama pentingnya adalah produksi pengetahuan terkait dengan ‘perkembangan’ dunia batik.
Melalui tata pameran seperti itu, diharapkan peristiwa JIBB – 2018 menjadi peristiwa apresiasi sekaligus edukasi bagi masyarakat luas. Dari sana diharapkan, bahwa batik merupakan kekayaan budaya bangsa, sebagai salah satu artefak budaya yang terus bergerak menemukan makna-maknanya yang baru, menjadi nyata adanya.

You may also like...

%d bloggers like this: