Lomba Selongsong dan Kupat Opor di Gedongkiwo

Pemotongan Kupat oleh Mukti Wulan dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta disaksikan Camat Mantrijeron sebagai simbolik di mulainya lomba tersebut

Potong Kupat oleh Mukti Wulan dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta disaksikan Camat Mantrijeron sebagai simbo di mulainya kirab kupat raksasa

Jogjatoday – Expoliner Gedongkiwo Yogyakarta, bersama Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, mengadakan Festival Selongsong dan Kupat Opor, pada Sabtu (15/6) di Ndalem Cokrosenan, Gedongkiwo, Yogyakarta. Festival diisi dengan beberapa kegiatan, antara lain Lomba membuat Selongsong Kupat , Penyajian Kupat Opor, Lomba Kolase Daur Ulang Anak-anak, Gelar potensi Seni, Kerajinan, Kuliner dan kirab Kupat Raksasa.

 

Pada kesempatan tersebut, Windarmoko Bromo dari Expoliner, mengungkapkan bahwa acara Lomba Selongsong dan Kupat Opor, dimaksudkan untuk melestarikan tradisi membuat selongsong Kupat dan Opor, yang biasanya dilakukan masyarakat pada bulan Syawal. Tradisi ini menurut W Bromo, dirasa semakin luntur, karena perkembangan jaman. Untuk itu Expoliner mengadakan lomba, dengan harapan masyarakat sadar dan tergerak untuk melestarikan tradisi Kupatan, yang merupakan budaya Jawa.

 

W Bromo juga mengungkapkan bahwa Festival bisa menjadi wahana untuk menampilkan potensi masyarakat Gedongkiwo dibidang kuliner, kerajinan, dan seni. Seperti ditampilkannya produk Daur Ulang, Seni Hadroh, Tari Anak2, dan potensi yang lain. Pada saat yang sama Bregada Niti Manggaala dari Kampung Wisata Sekar Niti, melakukan kirab Kupat Raksasa mengelilingi wilayah Gedongkiwo, diikuti beberapa kelompok seni.

 

Secara simbolik, Kirab dimulai dengan pemotongan Kupat , oleh Mukti Wulan dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta disaksikan Camat Mantrijeron, Subarjilan dan Lurah Gedongkiwo, Eni Sutaryati dan segenap pengurus Expoliner.

 

All Photo & Text by NORWIND NW for jogjatoday.com

 

You may also like...

%d bloggers like this: