Keroncong Kekinian di Pasar Keroncong Kotagede 2019

Pasar Keroncong Kotagede 2019

Panggung Sopingen dengan penampil OK Sakpenake

Jogjatoday – Kotagede, kota ini merupakan kawasan bersejarah, dahulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Mataram Islam. Kemegahaan kota itu dahulu bisa terlihat dari peninggalan-peninggalan yang masih tersisa seperti, makam para pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, rumah-rumah tradisional dengan arsitektur Jawa yang khas, toponim perkampungan yang masih menggunakan tata kota jaman dahulu, hingga reruntuhan benteng.

Kotagede sekarang tetap ramai meskipun sudah tidak lagi menjadi ibukota kerajaan. Berjalan-jalan menyusuri Kotagede akan memperkaya wawasan sejarah terkait Kerajaan Mataram Islam yang pernah berjaya di Pulau Jawa. Selain dari keindahan peninggalan budaya kerajaan tersebut ternyata kotagede juga mempunyai peran banyak dalam perkembangan musik keroncong di Indonesia.

Di Kotagede ini pula keroncong berkembang secara beragam mulai dari moor, stambul, keroncong beat yang terpengaruh The Beatles hingga dangdut. Potensi berkesenian keroncong yang sangat besar juga terbukti dengan banyaknya grup keroncong yang masih eksis sampai sekarang.

Musik Keroncong di Kotagede sudah dimainkan sejak tahun 1930 dengan adanya Orkes Terang Bulan. OK tersebut dimain oleh keluarga Subarjo. Ok Cahaya Muda pada tahun 1960 yang memainkan musik kerocong dengan berseragam Jas saat tampil. Musik keroncong di Kotagede terus berkembang mulai dari jumlah pemain, penampilan maupun musikal keroncong yang dulunya memainkan bentuk klasik lama. Lalu pada tahun 2000 sudah ada sekitar 17 grup Keroncong di Kotagede.

Tahun ini Pasar Keroncong Kotagede digelar untuk kelima kalinya di sekitaran pasar Kotagede pada Sabtu, 19 Oktober 2019 dengan judul “Keroncong Tak Kunjung Padam”. Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya karena jalan utama kotagede dan depan pasar kotagede baru di perbaiki sehingga panggung dipindah ke area yang berbeda. Panggung Loring pasar di pindah lebih ke barat lagi menjadi Panggung Kudusan. Sedangkan panggung Sopingan tetep seperti tahun-tahun sebelumnya. Panggung Kajengan di dekat masjid perak kotagede.

Tahun kelima ini Pasar Keroncong Kotagede akan membawa nuansa Pasar Keroncong keluar pasar dan menampilkan beberapa Orkes Keroncong dari berbagai daerah termasuk Orkes Pasar Keroncong Feat Brian Prasetyoadi , OK Madusari Feat Subarjo HS, OK Zigma (Solo), Sri Rejeki, Keroncong Pemuda Kekinian (Salatiga), OK Svarama (Semarang), OK Serenade (Klaten), OK X-Bening, Keroncong Akar 8, OK Sakenake, OK Lintang Kanistha, OK Irama Kasih, OK Adi Gita Gama dan Komunitas Keroncong Nusantara.

Melihat pelaksanaan Pasar Keroncong Kotagede kemaren ternyata musik keroncong sudah mulai di lirik oleh muda-mudi. Banyak dari pengunjung masih berusia muda atau bahkan beberapa orang manca negara juga ikut menikmati pasar keroncong ini.

Banyak lagu kekinian yang lagi hits dibawakan dengan musik keroncong seperti, pamer bojo, cidro, Balungan kere, bahkan lagu-lagu dari mancanegara.

Dipenghujung acara panggung Kudusan menampilkan OK Sri Rejeki yang tentu saja sudah mempunyai massa tersendiri sehingga membuat di sekitaran panggung itu jadi berjubel dan tidak berbeda jauh dengan panggung Sopingan.

Dipanggung Kajengan acara Pasar Kotagede ditutup oleh penampilan Orkes Pasar Keroncong Feat Brian Prasetyoadi (jikustik). Penggunjung bersorak histeris begitu brian menyanyikan lagu pertama. Bahkan ada perempuan bule yang naik ke panggung memberikan bunga buat brian. Brian menyapa penggemarnya dengan turun dari panggung. Bernyanyi dengan duduk di lantai seperti penonton-penonton yang lain. Keakraban terjalin baik antara penyanyi dengan penontonnya.


You may also like...