Jateng in Fashion 2019: Peragaan Busana Bertema Tradisi Pertiwi.

Jateng fashion 2019

Para Desainer di hari pertama Jateng fashion 2019

Jogjatoday – SEBUAH acara peragaan busana “Jateng in Fashion 2019” digelar di PRPP Jawa Tengah Semarang, 30 Agustus – 1 September. Diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, bekerjasama Dekranasda Provinsi Jawa Tengah. Rumah Pentas Yogyakarta ditunjuk sebagai pelaksana.

Jateng in Fashion 2019 diikuti perancang busana berbagai daerah. Dari Semarang: Liza Supriyadi, Ferry Setiawan, Difaz. Yogya: Essy Masita, Sugeng Waskito, Sakamade by Tari Made, Batik Haryanto, Bemberg Fitriani Kuroda, Cenil Batik by Juve, Ryani Utami, Linda Susanti, Sutriandewi Badenoch. Solo: Uzy Fauziah, Owens Joe, Djongko Raharjo, Anis Saskia, Hanif Chili.. Klaten: Astrid Ediati, Prasojo by Rani. Juga Indria Aryanto (Cilacap), Rambu Risparia Rangga Mbani (NTT), Caca Gown (Magelang), Calista (Temanggung), Krakal Design by Arjun (Jepara).

Pertunjukan fesyen sore menampilkan karya Yoga Art by Eni.vi, Cik’s by Evis Kusuma, , UKM Banyumas, UKM Sragen, Indria Ariyanto, GF Rumah Busana, Gillian Go, Akeyla Naraya, dan Nasrafa Solo by Yani Mardiyanto.

Juga akan ada spesial show dari LT Pro, dan pejabat/istri pejabat di lingkungan kedinasan Pemprov Jateng. Jateng in Fashion 2019 dikoreograferi Umbu Fikram Marapeti, Uyik Budi Lestari, dan Anto Samurai. Melibatkan 24 peragawati Jakarta, Surabaya, Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Juga delapan peragawan, dan delapan model anak.

Mengusung tema ‘Tradisi Pertiwi’ acara ini bertujuan menggugah para perajin dan desainer batik untuk berlomba-lomba meningkatkan nilai jual produk mereka.

Menurut Tosa Santosa, pimpinan Rumah Pentas, Jateng in Fashion 2019 bertujuan menampilkan produk-produk fesyen berbasis produk tradisi yang amat banyak di Jawa Tengah. “Agar lebih dikenal luas, menasional, agar tidak terjadi semacam kompetisi baik secara kuantitas maupun kualitas,” terang Tosa.

Jateng in Fashion 2019, kata Tosa Santosa, beda dengan event lain yang mungkin pernah ada di Jateng. “Rumah Pentas bukan sebagai EO yang profit oriented tetapi EO yang bermisi membantu bertumbuh kembangnya dunia fesyen di daerah, agar mampu dipandang baik secara nasional maupun internasional. Berjuang agar sebuah event fesyen menjadi tolak ukur ajang presentasi,” tambah Tosa yang pernah menangani banyak event fesyen besar di Yogyakarta.

Jateng in Fashion 2019 diharap Ketua Harian Dekranasda Jateng Peni Rahayu, bisa mengangkat kerajinan Jawa Tengah, khususnya batik, bersaing di Nusantara.(YK)

You may also like...