FKY 2019: Kolaborasi Tari dan Tata Busana di acara “PANGGIH”

Panggih - FKY 2019

Perform tari oleh Anterdans antara lain Olivia Tamara, Caprina Puspita, Nabila Rifany, Pinta puspa, Harin Setyandari, Rizka Yuana Putri dan terakhir sang koreo sendiri Anter Asmototedjo.

Jogjatoday – Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 Hari ini sudah memasuki hari ke 12, Senin 15 Juli 2019. FKY menggelar acara bertajuk “PANGGIH” di Museum Monumen Diponegoro Yogykarta.

“Alasan Museum Monumen Diponegoro Yogyakarta kami pilih sebagai lokasi acara adalah untuk merespon ruang dan bangunan bersejarah tersebut yang selama ini akrab di masyarakat sebagai gedung acara manten, selain itu sebagai tempat penyimpanan artefak bersejarah Pangeran Diponegoro, “Jelas Gunawan Maryanto selaku Kurator FKY 2019.

Program acara ” PANGGIH ” dirancang untuk membangun ruang dialog antara dua elemen budaya dalam tradisi masyarakat Jawa.

Elemen pertama adalah mengenai peran busana sebagai salah satu fragmen dari identitas kolektif sebuah masyarakat. Dengan melibatkan seorang perancang busana, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 akan menelusuri berbagai narasi alternatif yang berkaitan dengan laskar perang Pangeran Diponegoro dan menghidupkannya kembali dalam bentuk kreasi busana.

Dalam kesempatan ini panitia FKY menggandeng desainer yogyakarta Nita Azhar untuk membaca ulang dan merekonstruksi busana laskar perang Jawa Diponegoro melalui sumber-sumber tertulis. Hasil pembacaan ulang tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk kreasi busana yang akan direspon dengan pertunjukan tari oleh koreografer Anter Asmototedjo dan para penari dari Anterdans seperti Olivia Tamara, Caprina Puspita, Nabila Rifany, Pinta puspa, Harin Setyandari, Rizka Yuana Putri dan terakhir sang koreo sendiri Anter Asmototedjo.

Elemen kedua berkaitan dengan olah pangan melalui tradisi dahar kembul (makan bersama) dalam masyarakat Jawa sebagai salah satu monumen budaya yang digunakan untuk menjaga dan melestarikan memori kolektif berupa pengetahuan tradisional.

Untuk elemen pangan tersebut panitia FKY 2019 menggandeng Dapoer Bergerak, salah satu aktivitas dari Komunitas Ketjil Bergerak Yogyakarta yang di inisiasi oleh Greg Sindana dan Invani Herliana. Komunitas ini merespon situasi kota dengan menggerakkan pemuda dan pemudi untuk menjalankan misi sosialnya, antara lain membagikan makanan secara cuma-cuma dan mengkampanyekan penggunaan wadah pangan yang raman lingkungan.

Di Panggih ini nanti Dapoer Bergerak akan menggelar aktifitas performatif Live Cooking selama acara berlangsung dan kemudian akan dibagikan kepada pengunjung FKY saat memasuki acara Dhahar Kembul.

Festival Kebudayaan Yogyakarta 2019 mengundang beberapa seniman untuk menyajikannya dalam sebuah pertunjukan lintas disiplin. Melihat dinamika penggunaan ruang, situs Museum Monumen Diponegoro dipilih sebagai lokasi yang kontekstual bagi perhelatan program ini.(YK)

You may also like...