Serukan “Stop Bullying” di kancah Fashion Indonesia

Gusti Yudo sedang memotong pita untuk menandai pembukaan sekolah model Arby Vembria

Jogjatoday – #fashionstopbullying adalah sebuah pagelaran fashion yang pertama kali di gelar sebagai upaya menekan terjadinya bullying di masyarakat. Pada kesempatan kali ini Arby Vembria Founder Arby Vembria Modelling School (AVMS) mengadakan event Fashion show berhastag #fashionstopbullying dalam rangka Grand Launching AVMS di Gantalan, Ngaglik, Sleman, Kamis (24/1/2019). Event tersebut menampilakan desainer-desainer senior Yogyakarta seperti Afif Syakur, Sugeng Waskito, dan Rahmadani Kadir. Melibatkan dukungan dari HS Silver Kotagede, Sekartaji Ayu Wangi, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, dan bantuan dari pihak-pihak diantaranya: APPMI, IFC, Sekolah-sekolah modelling Yogyakarta, Sekolah Menengah Umum dan Sekolah Dasar.

Berlatarbelakang dari pengalaman pribadi seorang Arby Vembria dalam merintis karirnya di dunia modelling, tidak kurang-kurangnya mengalami bullying tetapi dia bisa mengubah hal tersebut menjadi sesuatu yang positif. Bahkan dia bisa membuktikan kepada semua orang yang pernah membullynya. Hal inilah yang mendasari dibukanya kelas model olehnya. Arby mencoba membekali generasi muda yang tertarik ke dunia fashion tidak hanya secara fisik tapi juga mental. Harapanya adalah bagi model-model yang mengikuti kelasnya akan siap menghadapi situasi apapun dalam lingkungan fashion baik di negara sendiri ataupun di luar negeri.

AVMS sebagai wadah pembinaan bakat muda dan potensi fashion talent di Yogyakarta. menerapkan metode market global internasional. Materi disediakan dalam silabus yang mengacu pada kebutuhan industri fashion entertainment, yaitu www.models.com yang merujuk kebutuhan pasar fashion kapital dunia seperti New York, Milan, Paris, London, Singapore, Hongkrong dan Tiongkok. Bahkan Arby Vembria menerapkan Anti-Bullying Treatment di setiap pelajaran kelas yang diberikan. Harapanya dengan “Stop Bullying System” akan membawa gerakan positif dalam menepis terpaan bullying pada remaja dan mempersiapkan mereka untuk tampil aktif dan percaya diri.

Arby Vembria founder AVMS menyampaikan, “Kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat umum Yogyakarta dan sekitarnya mengenai kegiatan pendidikan informal yang adaptif di ranah fashion global dengan tidak meninggalkan etimologi budaya indonesia”. Di AVMS ini menawarkan cara baru dalam mendidik siswa-siswi dengan didukung tenaga pengajar profesional yang kompeten di bidangnya. AVMS tidak hanya berkutat dibidang kelas model tetapi juga menyediakan kelas public speaking, grooming atau perawatan daily look, make up, catwalk, pose photoshoot dan di tiap sesi ada kelas stop bullying treatment.

Arby mengatakan di sela-sela pembukaan kemaren,” harapan saya dengan dibukanya kelas modelling di Yogyakarta bisa membantu anak muda yang berbakat ke jenjang Internasional. Bahkan pihaknya juga sudah mempunyai beberapa link ke sejumlah agensi model internasional sehingga akan mempermudah hubungan kerjasama dengan event-event fashion di luar negeri”. “AVMS terbuka kepada semua orang baik anak-anak, remaja hingga dewasa tanpa batas umum, “tambahnya.

Untuk informasi lebih lanjut seputar AVMS dapat di ikuti melalui official IG @arbyvembria.modelingschool dan untuk lebih detail bisa membuka website https://arbyvembriamodelings.school/ atau telepon ke 0274-2837414.

Flying Cow ditampilkan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta

Flying Cow ole De Stilte

Jogjatoday – Satu lagi grup tari asal Belanda yang terkenal dengan nama De Stilte akan tampil di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. De Stilte akan tampil di yogyakarta besok pada tanggal 16 Januari 2019 pukul 19.00. Khusus untuk pertunjukan di yogyakarta ERASMUS HUIS mengundang dan menfasilitasi anak-anak dari beberapa Panti Asuhan untuk ikut serta menikmati tontonan gratis tersebut.

De Stilte akan menampilkan koreografi Jack Timmerman yang disebut ‘Flying Cow’ dan akan ditarikan oleh Tessa Wouters (Netherlands), Gianmarco Stefanelli (Italy) dan Kaia Vercammen (Belgium). Pertunjukan tari ini untuk anak-anak tetapi produksi ini juga cocok untuk orang dewasa. Flying Cow adalah tari tentang persahabatan, solidaritas, permainan dan pentingnya berimajinasi.

Tarian Flying Cow merefleksikan waktu bermain yang menyenangkan sekaligus serius. Sekalinya Anda tersirap, apapun bisa terjadi. Dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki digambarkan terbang bersama sayap imajinasi mereka. Ketiganya bertemu dan menemui situasi buntu. Mereka dihadapkan pada pertanyaan: ketika kamu menjadi bagian dari kelompok beranggotakan tiga orang, siapa yang memilih bermain denganmu? Di antara telur-telur yang berguling, perempuan tua yang menyeret dan sapi terbang, Des Stilte mengajak kita memasuki sebuah permainan tentang persahabatan, kesendirian dan kesetiakawanan.

Grup tari De Stilte adalah grup tari profesional yang telah menari untuk dan dengan anak-anak sejak 1994. Berpengalaman di dunia tari internasional, De Stilte tidak hanya menari dan menjadi produser teater anak muda tetapi juga mengembangkan ketrampilan di bidang pendidikan.
Sejak didirikan pada tahun 1994, mereka telah tumbuh menjadi produser teater remaja yang paling banyak dikunjungi di Belanda. De Stilte dianggap sebagai kelompok tari internasional yang paling sering keluar negeri. Pendidikan yang baik tidak hanya tentang mengembangkan keterampilan sekolah seperti bahasa dan aritmetika, tetapi juga tentang mengembangkan keterampilan yang mendasari perkembangan pribadi anak-anak. Dengan tarian mereka berkontribusi pada perkembangan anak-anak.

Grup tari yang berbasis di kota Breda, Belanda tersebut secara konsisten mengajak anak-anak dan orang tua untuk beranjak dari dunia keseharian ke dunia kisah imajinatif tanpa batas. Mereka percaya pada kekuatan imajinasi yang melampaui keterbatasan fisik. Dengan menjadi bagian dari cerita, dengan mengalaminya atau hanya dengan menggunakan imajinasi, dunia kita akan terasa lebih luas dan akrab. Filosofi itulah yang diusung sang pendiri dan direktur artistik Jack Timmermans. Bersama tim penari yang terlatih secara akademis, De Stilte mempersembahkan pertunjukan yang penuh ambigu untuk semua umur.

Sekali lagi pertunjukan tari Flying Cow adalah dikhususkan untuk anak-anak sehingga bagi orang tua atau kakak yang mempunyai adik bisa mengajak anak atau adik kalian untuk menonton pertunjukan ini secara cuma-cuma alias gratis. Pertunjukan ini akan di tampilkan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada pukul 19,00 pada hari Rabu (16/01/2019). Jangan sampai terlewatkan ….

Java Promo akan gelar “JAVA HERITAGE CULINARY 2018” (JHC 2018)

JAVA HERITAGE CULINARY 2018
Java Promo akan gelar JHC 2018

Jogjatoday – Java Promo, sebagai wadah kerjasama pariwisata antara Pemerintah Kota dan Kabupaten wilayah DIY- Jawa Tengah, berkerjasama dengan APJI dan IFBEC DIY- Jawa Tengah, akan mengadakan “Java Heritage Culinary 2018”(JHC 201 ) pada Sabtu 15 Desember , pukul 09.00 wib di Lapangan Sentono Prambanan Yogyakarta. Demikian disampaikan Yetti Martanti, S.Sos, MM dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, sebagai Koordinator Pelaksana, pada ksempatan Jumpa Pers dengan beberapa media, Rabu lalu di hotel Ayaartta Yogyakarta.
Selanjutnya diungkapkan Yetti Martanti, bahwa JHC 2018 akan mengangkat tema kuliner Nusantara, sebagai daya tarik wisata, yang diwujudkan dalam bberapa gelaran seperti Exibition Culinary oleh anggota Java Promo; Live Cooking bersama pakar kuliner Nusantara, Sisca Soewitomo; Lomba masak Soto; Lomba meracik kopi “Latte Art un Battle Competion” ; Talk Show tentang peluang pariwisata dan Pertemuan Gubernur, Bupati , Walikota anggota Java Promo.
Yetti Martanti menambahkan bahwa JHC 2018 dimaksudkan untuk mendongkrak kunjungan Wisatawan di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Selain untuk mengangkat kuliner Nusantara yang banyak macamnya, seperti Soto dan Kopi. Agar kedepan bisa menjadi daya tarik pariwisata.
Di akhir acara, Yetti Martanti Martanti menjelaskan bahwa Java Promo beranggotakan 16 (enam belas) Pemerintah Kota dan Kabupaten di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Selain menggelar event bersama , Java Promo yang dibentuk sejak tah 2002, juga melakukan promosi bersama untuk mengangkat potensi pariwisata masing-masing anggotanya. (Photo dan Teks : Wind)

Pementasan Perdana Drama Tari Legenda Roro Jonggrang

Roro Jonggrang
Pementasasn perdana Drama Tari Legendra Roro Jonggrang di Gedung Trimurti prambanan

Jogjatoday – Roro Jonggrang adalah merupakan cerita rakyat yang terkenal di Pulau Jawa. Cerita rakyat ini berkisah tentang asal mula terjadinya candi Prambanan. Berawal dengan kekalahan Prabu Damarmoyo oleh Prabu Boko ayahnda Roro Jonggrang. Dengan kekalahan itu berceritalah dia pada anaknya Bandung. Bandung sangat marah akhirnya menantang Prabu Boko dan mengalahkannya. Karena kekalahan tersebut Bandung menduduki Kerajaan Prambanan dan pada saat itulah Bandung melihat sesosok wanita cantik jelita anak Prabu Boko yang bernama Roro Jonggrang. Bandung menaruh hati kepada Roro Jonggrang. Tanpa pikir panjang, Bandung memanggil Roro Jonggrang dan melamarnya. Karena Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung adalah pembunuh ayahnya maka dia memberikan syarat yang berat untuk melamarnya yaitu dengan meminta dibangunkan 1000 candi dalam waktu semalam. Dari sinilah petaka muncul, bandung dan prajurit setan gagal membangun candi yang ke 1000 karena Roro Jonggrang menyuruh dayang untuk membakar jerami, menebar bunga dan membunyikan gejlok lesung sehingga prajurit setan mengira sudah pagi. Karena kemarahan akibat di tinggal oleh prajurit setan tersebut sehingga Bandung marah kepada Roro Jonggrang dan mengutuk dia menjadi patung di candi ke 1000. Candi ke 1000 tersebut saat ini di beri nama Candi Roro Jonggrang dan yang lainnya diberi nama Candi sewu.
Begitulah kisah Drama Tari Legendra Roro Jonggrang yang dipentaskan perdana di Teater Trimurti, Candi Prambanan Minggu, 25/11/2018 kemaren. Tarian ini di sutradarai oleh Wisnu Aji dan koreografer nya adalah Gambuh, Endra dan Fendy. Tarian tersebut berdurasi 60 menitan dan melibatkan kurang lebih 40 penari yang berusia dibawah 25 tahun. Dibutuhkan waktu kurang lebih 3 bulanan untuk persiapan pembuatan tari tersebut.
“Tarian ini tidak melulu tradisional tetapi dikolaborasi dengan tarian kontemporer. Awalnya pihak PT TWC memberikan alternatif tarian selain Sendratari Ramayana yang sudah terkenal ke klasikannya untuk dinikmati oleh anak-anak milinial akan tetapi setelah ditampilkan ke masyarakat ternyata orang-orang tua juga tertarik untuk menikmati tarian tersebut. Drama Tari ini merupakan campuran dari tarian kontemporer, hip hop, breakdance, love dance, dan dilengkapi dengan Video Mapping serta tata cahaya yang menarik,” kata Chrisnamurti.

Drama tari Legenda Roro Jonggrang ini direncanakan akan di pentaskan secara rutin sebanyak 10 kali dibulan Desember 2018. Dan kemudian di bulan Januari pementasan drama tersebut di hentikan sementara untuk mengevaluasi dan mempelajari kekuarangan serta kelebihan Drama Tari Legenda Roro Jonggrang.
Untuk bisa menikmati Drama Tari Legendra Roro Jonggrang tersebut PT. TWC memberikan pilihan Paket Reguler adalah Kelas Khusus Rp. 250.000, Kelas 1 Rp. 150.000, Pelajar Rp. 50.000 dengan makan Siang Reguler nambah Rp. 100.000 dan pelajar Rp. 50.000.
Paket khusus hari Sabtu untuk Kelas Khusus Rp. 300.000, Kelas 1 Rp. 200.000 dan Pelajar Rp. 100.000 yaitu mendapatkan tiket pertunjukan + Makan di Rama Shinta Garden Resto. Sedangkan untuk Paket Private Show menggunakan gedung Trimurti Rp 45.000.000 dan Menggunakan Kinari Rp. 60.000.000. Untuk Private show harga diluar makan. Paket Private Performance Dinner (Package) Maksimal 150 orang Rp. 50.000.000 dan untuk min 150 orang per pax Rp 350.000. Adapun Jadwal pentas Desember 2018 Gedung Trimurti pukul 14.00 -15.00 WIB pada Hari Sabtu tanggal 1. 8, 15. dan 22 sedangkan untuk reguler adalah pada hari Selasa (25), Rabu (26), Kamis (27), Jumat (28), Sabtu (29), dan Minggu (30/11/2018). Untuk Keterangan lebih detail bisa menghubungi Acmad Muchlis di (0274) 496402 dan Fax di (0274) 496404.

Jogja Fashion Week 2018 di HUT ke 3 Hartono Mall Yogyakarta

Jogja Fashion Week 2018
Presscon Jogja Fashion Week 2018 di Hartono Mall 17/10/2018

Jogjatoday – Jogja Fashion Week 2018 segera di gelar bulan November mendatang. Peragaan Busana tahunan ini akan di laksanakan pada 20 – 23 November 2018 di Hartono Mall Yogyakarta. Berbeda dari tahun-tahun sebelumya, JFW 2018 kali ini akan digelar di pusat perbelanjaan Hartono Mall bukan di Jogja Expo Center sehingga agak sedikit berbeda pengunjung dan situasi pelaksanaannya, bahkan waktu pelaksanaannya juga cuma 3 hari. Dalam kesempatan Press Conference di Hartono Mall kemaren, 17/10/18. Designer Afif Syakur selaku Project Director Jogja Fashion Week 2018 menyampaikan bahwa Yogyakarta menjadi pintu gerbang fashion Indonesia. Menjadikan produk fashion sebagai suatu promosi bagi masyarakat dimana menonton fashion juga sebagai edukasi bagi designer dan masyarakat.
Jogja Fashion Week 2018 kali ini mengangkat tema Perspectrum yang merupakan gabungan tiga hal yakni perspective, spektakuler dan spectrum. “Perspectrum dipilih menjadi tema lantaran memiliki tujuan untuk memberikan inspirasi keberanian dan kebaruan untuk mengeksplorasi kekayaan wastra nusantara dengan konsep futuristik dan spektakuler,” tambah Afif.
Program Jogja Fashion Week 2018 meliputi Fashion Show, Pameran Fashion dan Seminar. Dalam prescon kemaren Dian Widiyanti selaku GM Hartono Mall menyampaikan bahwa penyelenggaraan JFW 2018 di Hartono Mall ini merupakan rangkaian dari Ulang Tahun ke 3 Hartono Mall, dimana saat ini Mall juga dituntut untuk dapat memberikan distribusi bagi lingkungan sekitarnya, sehingga sangat tepat kalau Hartono Mall menjadi tempat penyelenggaraan Jogja Fashion Week 2018. Dia juga menambahkan bahwa dengan bertepatan HUT ke 3 Hartono Mall tersebut sehingga panggung JFW 2018 akan lebih megah dan lain dari sebelumnya tetapi tidak lepas dari pakem yang telah dibuat Panitia JFW selama ini. Event dengan konsep Runaway Show sepanjang 20-25 meter dan bertemakan futuristik ini diharapkan bisa menjadi pagelaran fashion yang bisa dinikmati oleh siapapun.
Jogja Fashion Week 2018 akan di dukung oleh desainer lokal dan nasional. Mereka semua bakal menampilkan karya menggunakan material khas nusantara seperti batik, sarong, tenun tapi dengan siluet yang lebih modern dan ready to wear. Pada gelaran JFW2018, selain menampilkan karya terbaru designer ternama juga akan diramaikan dengan penampilan karya Jogja Young Designer dengan gaya kekinian. Selain fashion show para pengunjung juga dapat menyaksiksn penampilan spot fashion persembahan IFC yang lokasinya sangat berdekatan dengan stage fashion show.
Untuk penikmat Fashion gelaran JFW 2018 ini merupakan event menarik dan sayang untuk dilewatkan. Jangan lupa catet tanggal pelaksanaanya.
Dan bagi tenant fashion, handycraft ataupun lainnya bisa mendaftarkan tenant kamu pada tanggal tersebut di sekretariat@jogjafashionweek.org.

Mendikbud Muhajjir Effendy membatik di JIBB 2018

JIBB 2018
Mendikbud Muhajjir Effendy membuka JIBB 2018 dengan membatik didampingi Sri Sultan Hamengkubuwono X

Jogjatoday – Tahun 2008 pemerintah mengusulkan batik untuk masuk menjadi warisan budaya tak benda Unesco, pemerintah melakukan ini untuk melindungi batik indonesia. Akhirnya pada tanggal 2 oktober 2009 ditetapkanlah batik sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco yang kemudian dijadikan oleh pemerintah sebagai Hari Batik Nasional dan jogja di tetapkan sebagai kota batik dunia ( World Batik City ) oleh Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council. Dalam upaya pelestarian Batik di indonesia ini khususnya jogja pemerintah daerah mengadakan agenda pameran dan pagelaran busana batik dua tahunan yang diberi nama Jogja International Batik Biennale. Acara pembukaan Jogja International Batik Biennale 2018 ( JIBB 2018 ) hari ini, Rabu, 03/10/2018. Di hadiri oleh Mendikbud Muhajjir Effendy yang mewakili Presiden RI Joko Widodo yang berhalangan hadir. Pernyataan presiden Jokowi disampaikan oleh Mendikbud mengatakan, ” Bahwa Batik adalah sejarah dari Kerajaan Mataram sejak dulu oleh karena itu Yogjakarta sudah selayaknya dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia.” Dalam kesempatan pembukaan acara JIBB 2018 juga dihadiri oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga serta Presiden Regional World Craft Council (WCC) Asia Pacific Dr. Gadha Hijjawi.
Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 resmi dibuka oleh Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Pegelaran Keraton Yogyakarta dengan diawali membatik oleh Mendikbud yang kemudian dilanjutkan oleh Presiden WCC Asia Pasific yang didampingi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Setelah membatik selesai Mendikbud beserta Gadha Hijjawi didampingi Sri Sultan dan Kanjeng Ratu Hemas berkeliling Pagelaran Keraton untuk melihat batik-batik yang dipamerkan oleh UKM Batik Indonesia. Terdapat sekitar 20 stand UKM yang dipamerkan pada saat pembukaan JIBB tahun ini termasuk koleksi dari Kraton yogyakarta Batik Ceplok Plera, Puro Pakualaman batik Suryo Mulyarjo, Kraton Solo batik Truntum Sri Kuncoro, Puro Kadipaten Mangkuneran batik Parang Gapit Nogo Basuki, dan masih banyak lagi termasuk dari Cirebon batik Taman Teratai.
Bahkan Beragam batik Nusantara turut dipamerkan dalam acara pembukaan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 di Pagelaran Kraton Yogyakarta seperti Batik Daun Wenang khas Minahasa, Batik Kempang Kopi Nitik Semi khas Yogyakarta, Merak Beras Tumbah khas Muara Kudus dan masih banyak yang lain,
JIBB 2018 akan dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 3 oktober 2018 sampai dengan tanggal 6 Oktober 2018 yang akan ditutup oleh penampilan Pagelaran Busana dari Indonesian Fashion Chamber ( IFC ) cabang yogyakarta.
Untuk menyaksikan acara tersebut baik pameran batik dan pagelaran busana tidak dipungut biaya ( Gratis ) akan tetapi dihimbau kepada pengunjung untuk berpakaian yang sopan dalam menghadiri acara tersebut dikarenakan tempat acara berada di Pagelaran Kraton.