Category: Art & Culture

Tarung Peresean tampil di Jogja

Tarung Peresean merupakan tradisi suku Sasak Lombok saat ini ditampilkan sebagai upaya menjaga tradisi, namun pada awalnya hanya dilakukan saat upacara adat bulan tujuh (kalender Sasak) untuk meminta hujan.

Presean melibatkan 2 orang pria bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan perisai kulit kerbau (Ende). Pertarungan ini dipimpin oleh dua wasit, yakni Pakembar Sedi (pinggi lapangan) dan Pakembar Tengaq (tengah lapangan).

Pertarungan berlangsung 5 ronde, dengan sistem apabila sebelum 5 ronde salah satu petarung sudah mengeluarkan darah maka dia dinyatakan kalah. Namun bisa sampai 5 ronde masih imbang, maka pemenang ditentukan berdasar skor hasil pengamatan Pakembar Sedi.

Penampilan Kontingen Propinsi Nusa Tenggara Barat dalam Kirab Budaya Pemuda Nusantara 2014 memperingati Sumpah Pemuda
Malioboro-Kilometer Nol Yogyakarta

rovitavare for JogjaToday

Telling Stories With Hand Shadow

Teater Bayangan Tangan [Hand Shadow] They are not material, they are shadows. But at the same time they are human in their actions and they are alive, because they are the shadows of human...

1 Suro at Tugu Pal Putih

Beginning in 1950, the group called nobility Jogjakarta Hari Dewado commemorating the first of Suro by doing the procession, walking around the palace fortress on the outside. This activity then became a tradition. Until...

Jogja Percussion Festival

The festival is called Jogja Percussion Festival. This year is the first time Jogja Percussion Festival was held in 2014. JPF will feature more than 100 percussionists. This event will be held in every district in Yog

Perang Obor Tradisi Adat Khas Jepara

Perang Obor Tradisi Adat Khas Jepara yang diyakini merupakan ritua mengusir penyakit. terinspirasi dari kisah Mbah Babadan dan Ki Gemblong.

tampil pada Mahakarya Sabang Merauke Nusantara Mendongeng Plasa Pasar Ngasem, Yogyakarta

HUT 258 Yogyakarta

Acara Hut 258 Yogyakarta kali ini dirayakan oleh seluruh penduduk yogyakarta baik yang asli yogyakarta maupun yang pendatang. Kelihatan dari ramainya pendukung pawai dari semua kecamatan dan peserta pawai dari Komunitas2 yang ada di kota ini, Antusias penonton pun kelihatan dengan mereka sudah memadati sepanjang jalan malioboro sejak jam 4 sore.