Bakal dipentaskan “Jembatan Tak Berujung – Mahabharata 1.5” karya Hiroshi Koike

Jogjatoday – “Jembatan Tak Berujung – Mahabharata 1.5” Karya Hiroshi Koike adalah sebuah karya dari proses yang panjang yang sejak awal digagas oleh Hiroshi Koike (KIKH Bridge Project) dengan menampilkan karya pada tahun 2013 di Kamboja dan Vietnam. Proyek Mahabharata adalah untuk mencari tahu apa yang dimaksud dengan Manusia dan Potensinya.

Karya Mahabharata 1.5 ini adalah bagian pertama dari seluruh babak Mahabharata yang telah disajikan pada publik Asia yaitu:

2013 – Mahabharata chapter 1 – dipentaskan di Kamboja dan Vietnam
2014 – Mahabharata chapter 2 – dipentaskan di India, Malaysia, dan Indonesia
2015 – Mahabharata chapter 2.5 – dipentaskan di Thailand, China, Philipina, dan Jepang
2016 – Mahabharata chapter 3 – dipentaskan di Indonesia
2017 – Mahabharata chapter 4 – dipentaskan di Thailand dan Jepang

Karya Mahabharta 1.5 merupakan gagasan karya pertunjukan untuk menunjukkan pada dunia budaya asli Asia dan kekayaan Asia pada dunia Barat. “Jembatan Tak Berujung – Mahabharata 1.5” menjadi karya Mahabharata dalam bentuk baru yang menggabungkan Mahabharata chapter 1 & 2 dengan mengolah kembali naskah dan bentuk pertunjukan menjadi lebih padat. Selanjutnyua, pada tahun 2020, akan dihadirkan sekuel lanjutannya yaitu “Mahabharata 1.5”, yang akan dipentaskan di Tokyo, Jepang dan sekuel akhirnya “Completion Mahabharata”, yang rencananya akan dipentaskan keliling di beberapa negara.

Meskipun cerita Mahabharata sangat tua dan panjang, ketika menyimaknya lebih saksama, dapat terlihat bahwa dunia kita saat ini memiliki kemiripan yang kuat dengan dunia Mahabharata. Dan lebih menariknya lagi adalah pengemasan pementasan ini selain dari tarian dan teater juga disisipi komedi-komedi yang ringan sehingga durasi pementasan yang lama tersebut menjadi tidak membosankan.

Proses latihan karya tersebut sudah dimulai sejak bulan juli. Hampir semua kostum yang digunakan untuk pentas juga dipakai untuk sesi latihan tersebut, tentu saja dikurangi make up. Sepertinya pementasan nanti akan menarik dengan melihat banyak topeng dan kostum yang bermacam-macam. Bahkan ada adegan terbang menggunakan Sling.

Berbeda dari pementasan 2016 untuk Karya Jembatan Tak Berujung ini semua penari menggunakan bahasa negaranya sendiri-sendiri. Bahkan menggunakan bahasa daerah sehingga ada lebih dari 5 bahasa yang digunakan. Seperti yang di ungkapkan Hiroshi saat jumpa pers usai latihan, alasan menggunakan bahasa masing-masing negara bahkan daerah dikarenakan pengalaman dengan pementasan sebelum-sebelumnya. Banyak penari yang kurang menghayati perannya dikarenakan bahasa yang digunakan agak terasa asing buat telinga dan pengucapan mereka.

Durasi yang panjang membuat para penari sangat terlihat kelelahan bahkan keringat bercucuran. Namun hal tersebut tidak menyurutkan ritme latihan mereka yang membutuhkan tenaga lebih untuk menari, melompat, berlari, dan bergelantungan.

Suasana latihan ‘Jalan Tak Berujung – Mahabharata 1.5’ di Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo, Bantul, sangat menarik untuk dinikmati. Hal tersebut terbukti banyak anak-anak dari kampung di sekitar Padepokan yang menyaksikan latihan tersebut sampai selesai biarpun tergolong durasi yang lama Ditambah lagi dengan adanya penari-penari dari luar negeri seperti Jepang, Malaysia, Thailand, dan India yang tentu saja bahasa mereka tidak dimengerti oleh anak-anak namun mereka tetep setia menonton sampai selesai.

Pada proses produksi ini, KIKH Bridge Project bekerjasama dengan ARS Management sebagai tuan rumah di Indonesia yang dipercaya untuk mengelola seluruh proses produksinya.

Karya “Jembatan Tak Berujung – Mahabharata 1.5” ini akan di pentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta, pada 22 – 23 Agustus 2019. Untuk mendapatkan tiketnya bisa menghubungi ARS Management di nomor 081227693838.
(YK)

You may also like...