ARTJOG MMXIX 2019 mengangkat tema besar Arts in Common

ARTJOG MMXIX 2019
Daun Khatulistiwa Karya TEGUH OSTENRIK

Daun Khatulistiwa Karya TEGUH OSTENRIK

Jogjatoday – Kamis, 25 Juli 2019 siang itu di Jogja Nasional Museum begitu dipadati pengunjung. Biarpun undangan khusus untuk VIP dan media tetapi ternyata jumlahnya lumayan banyak sehingga memadati halaman depan Gedung JNM tersebut. Seperti pelaksanaan ARTJOG di tahun-tahun sebelumnya, pengunjung selalu di sambut dengan Eksterior yang menarik di halaman masuk ARTJOG. Setelah masuk di pintu utama akan disambut dengan karya Handiwirman Saputra yang berjudul Taman Organik Oh Plastik, kemudian dilanjutkan dengan Kolaborasi Bagus Pandega dan Kei Imazu dengan judul Artificial Green by Nature Green.

Daun Khatulistiwa Karya TEGUH OSTENRIK, karya ini berupa kerangka besi dengan hiasan-hiasan berbentuk daun yang dikembangkan dari anatomi daun Jati. Rencana nanti setelah selesai pameran karya ini akan di ceburkan ke laut di wilayah pantai Jikomalamo, Ternate, Maluku Utara. Instalasi dalam air ini telah dimulai pada tahun 2013 yang diberi nama ARTificial Reef. Sejak itu garapan dia setelah dipamerkan selalu di ceburkan ke laut untuk media koral tumbuh. Inilah kontribusi kecil Teguh terhadap pelestarian alam. Dan masih banyak karya-karya lain yang tersebar di 3 lantai Gedung JNM tersebut.

Mejelang malam hari semua pengunjung VIP dan Media diarahkan untuk duduk di depan panggung utama di area belakang gedung utama JNM. Diawali sambutan oleh Direktur ARTJOG Heri Pemad. Disela-sela sambutannya Heri mengatakan sepanjang 2019-2021, ARTJOG akan dibingkai oleh tema besar Arts in Common, yang diturunkan ke dalam tiga sub-tema kuratorial dalam tiga edisi festival setiap tahunnya. “ARTJOG MMXIX tetap mempertahankan beberapa program edukasi pamerannya, seperti Meet the Artist dan Curatorial Tour. Sementara itu, LeksiKon merupakan program baru yang menyajikan wicara-seniman (artist talk) secara performatif,” tambahnya.

Dilaksanakan juga pembagian hadiah untuk pemenang Young Artist Award (YAA), program YAA ini dirancang sebagai wujud penghargaan dan sebuah upaya untuk menggali potensi dan wawasan seniman muda, serta memperluas jaringan dan lintasan karier mereka dalam berkesenian. Selain bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY dalam program YAA tahun ini, ARTJOG juga bekerja sama denga Yayasan Museum MACAN dalam programnya Museum MACAN Foundation Artist Residency. Dijalankan bersama YAA, program ini akan memfasilitasi fase riset dan eksplorasi artistik seniman penerima YAA 2019 melalui residensi di Australia, Jerman dan Jepang.

“Kita bisa menjaga bumi ini secara baik berkelanjutan. Kita bisa menunjukkan berbagai ekspresi, kepedulian, rasa sayang kita terhadap alam, bisa diwujudkan dalam bentuk karya-karya seni dan makin menginspirasi kita semua, mendidik kita untuk semakin menghargai,” kata Sri Mulyani Menteri Keuangan Indonesia dalam sambutannya. Beliau juga sangat mengapresiasi pemilihan tema common space. Menurutnya, tema ini menggambarkan kontribusi para seniman untuk meningkatkan kesadaran bersama menjaga kondisi alam.

Mengiringi gelaran ARTJOG MMXIX tersebut bakal ada Jogja Art Week, dimana acara ini akan mendatangkan wisatawan ke Jogja. Tidak hanya bisa berkunjung ke ARTJOG 2019 saja, namun bisa menikmati berbagai event di Jogja Art Week setiap harinya. Tentu dengan lokasi yang berbeda-beda.

Sebagai gong dalam rangkaian pembukaan ARTJOG MMXIX, setelah di awali dengan Fashion Show oleh Lulu Lutfi Labibi for Murakabi kemudian disusul dengan penampilian musik dari Dewa Budjana, yang berkolaborasi dengan salah satu artis ibukota Asteriska yang membius para penonton hingga akhir acara. Pameran ARTJOG MMXIX ini akan berlangsung hingga tanggal 25 Agustus 2019, jam 10 pagi – 9 malam dengan biaya tiket 50.000.

(YK)

You may also like...

%d bloggers like this: